PSSI // PSSI(beritasatu.com)

Komite Sepak bola Indonesia mulai bergerak untuk menjalankan mandat 452 anggota PSSI untuk mengambil alih kepengurusan lembaga sepak bola tertinggi Indonesia itu.

Lantaran batas waktu lima hari yang diberikan 2/3 anggota Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk menjawab tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB) tak juga dijawab, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) mulai bergerak. Mereka akhirnya menjalankan mandat dari 452 anggota PSSI untuk mengambil alih tugas kepengurusan PSSI terhitung mulai Rabu (28/12) malam.

Hal tersebut dikatakan ketua KPSI Tony Apriliani usai rapat komite yang berlangsung di Hotel Sultan. Dengan pengambilalihan ini, KPSI juga menyatakan bahwa kepengurusan PSSI di bawah Djohar Arifin Husin sudah tidak memiliki legitimasi untuk menjalankan roda organisasi.

"Seperti yang sudah diamanatkan pada Rapat Akbar Sepakbola Nasional yang dihadiri 452 anggota PSSI bahwa KPSI mendapat mandat untuk mengawal mosi tidak percaya dan tuntutan KLB. Kami sudah memberikan tuntutan tersebut pada 23 Desember yang diterima oleh sekjen Tri Goestoro," ujar Tony seusai rapat.

"Kami menunggu dan tidak ada jawaban hingga saat ini. Kami coba menghubungi sekjen, tapi mulai sore telponnya tidak aktif. Begitu juga dengan ketua komite organisasi dan ketua umum, telponnya tidak ada yang aktif. Kami sepakat bahwa kepengurusan PSSI sudah tidak kredibel lagi karena mayoritas anggota sudah tidak percaya pada mereka," lanjutnya.

Dalam rapatnya, KPSI mengangkat mantan ketua komisi disiplin era Nurdin Halid, Hinca Panjaitan, sebagai pelaksana tugas sekretaris jenderal dan juga membentuk komisi disiplin dan komisi banding. Hinca akan bertugas untuk menuntaskan masalah administrasi dan juga berhubungan dengan pihak luar, seperti KONI/KOI, Kemenpora, AFC, dan FIFA.

Selain itu, komite juga menetapkan jadwal kongres tahunan pada 21 Januari 2012 dengan agenda tunggal memilih dan menetapkan anggota komite pemilihan dan komite banding pemilihan. Selain itu, pada kongres tahunan akan dilakukan pemutihan untuk klub-klub ISL dan divisi utama yang diganjar hukuman oleh komdis rezim Djohar Arifin. Kongres tahunan rencananya akan digelar di Bandung.

Sementara itu, Kongres Luar Biasa untuk memilih kepengurusan baru dijadwalkan pada 6 Maret 2012 dan rencananya akan digelar di Surabaya. "Kami menentukan tanggal-tanggal tersebut dengan beberapa pertimbangan. Kami melihat timeline dan juga regulasi serta untuk memperluas komunikasi dengan AFC dan FIFA. Semua akan kami lakukan sesuai dengan statuta PSSI," tegas Tony yang baru saja dipecat sebagai anggota komite eksekutif oleh komite etik.

Selain itu, KPSI juga berjanji untuk menjalankan poin-poin Deklarasi Jakarta, termasuk melindungi kredibilitas dan integritas PSSI dan anggotanya. Saat ditanya tentang perlindungan terhadap klub-klub yang terpecah dalam dua kompetisi, Tony berjanji tidak akan pilih kasih.

"Kami akan menjalankan program sesuai kaidah organisasi, pedoman dasar, statuta, dan peraturan organisasi PSSI, sehingga kompetisi yang ada akan tetap bergulir. Kami juga akan melindungi seluruh anggota PSSI yang mempunyai hak, disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Semua akan diproteksi. Tidak boleh ada anak kandung atau anak tiri, karena semua anggota PSSI adalah anak bangsa," pungkasnya.

SUMBER: beritasatu.com