http://www.ghiboo.com
Wed, 19 Sep 2012 16:30:00 GMT | By www.ghiboo.com

CEO Wanita di F1

Sport


Photo

Ghiboo.com - Banyak wanita cantik dan hebat dibalik para pebalap F1. Rata-rata mereka adalah kekasih atau istri dari para pebalap tersebut. Tapi jangan lupakan satu nama ini, Monisha Kaltenborn.

Dia adalah CEO (Chief Executive Officer) Sauber, pimpinan yang menggerakkan jet darat Sauber secara keseluruhan di balapan F1.

Monisha Kaltenborn lahir di India pada tanggal 10 Mei 1971. Sejak usia lima tahun, bersama keluarganya, Monisha pindah ke Austria.

Sepanjang perjalanan hidupnya baik pada saat sekolah justru tidak pernah bersingungan sedikipun dengan dunia motorsport.

Pada rentang tahun 1990 hingga 1995 ia menyelesaikan studinya sebagai seorang Sarjana Hukum di Universitas Wina, dan kemudian menyelesaikan gelar master dalam Hukum Bisnis Internasional di London School of Economics pada tahun 1996.

Dari pengalaman kerjanya ia bekerja untuk Organisasi Pembangunan Industri PBB dan Komisi PBB untuk Hukum Perdagangan Internasional.

Kedekatan Monisha dengan dunia motorsport dimulai pada tahun 1998-1999 saat ia magang di kantor pengacara Fritz Kaiser. Pada saat itu Fritz Kaizer juga adalah seorang Co-Owner Sauber F1.

Melihat kemampuan Monisha Kaltenborn yang piawai dalam masalah hukum ia kemudian ditarik ke Sauber sebagai kuasa hukum Sauber.

Pada tahun 2001, Fritz Kaizer mundur sebagai co-owner Sauber, tapi Melisha malah berada dalam jajaran manajemen.

Pada tahun 2012, Peter Sauber, pemilik dan team principal Sauber menggandengnya untuk memimpin Sauber F1 di posisi CEO.

Sejauh ini memang belum ada prestasi yang cukup baik ditorehkan Monisha Kaltenborn dalam balapan F1. Tapi sebuah misinya di masa depan, mungkin akan menjadi catatan tersendiri bagi dunia F1.

Pasalnya, Monisha bersama timnya sedang melakukan penelitian dan pengembangan tenaga surya di pabrik-pabrik mereka, yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan mobil-mobil F1 sebelumnya.

0Komentar

video

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft