Tue, 07 May 2013 03:45:00 GMT | By JPNN, PlasaMSN
Bentrok Suporter PSIS Vs. Warga, Godong Mencekam

Bentrokan antara suporter PSIS Semarang dengan warga di Desa Klampok, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, terjadi sejak Minggu (5/5) akibat ulah suporter yang menjarah dan merusak toko milik sejumlah warga.



Bentrok Suporter PSIS Vs. Warga, Godong Mencekam (© ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Next
Previous
Previous
  • Bentrok Suporter PSIS Vs. Warga, Godong Mencekam (© ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
  • Bentrok Suporter PSIS Vs. Warga, Godong Mencekam (© ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
  • Bentrok Suporter PSIS Vs. Warga, Godong Mencekam (© ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
  • Bentrok Suporter PSIS Vs. Warga, Godong Mencekam (© ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Next
ANTARA/Andreas Fitri AtmokoShow Thumbnails
Previous1 of 4Next
Bagikan galeri ini

GROBOGAN - Bentrokan suporter Arema dengan warga Surabaya, Kamis (7/3) lalu menular di Purwodadi Jateng. Ya kali ini bentrokan melibatkan suporter PSIS Semarang dengan warga Kecamatan Godong yang meletus Minggu petang (5/5) terus berlanjut hingga Senin (6/5). Ribuan suporter masih tertahan di wilayah tersebut, karena warga memblokade sejumlah jalur utama.

Tidak hanya di Jalan Purwodadi-Semarang, namun di sekitar Bendung Klambu warga juga terlihat berjaga-jaga. Akibatnya, aktivitas warga terganggu. Bahkan, Jalan Purwodadi-Semarang macet total.

Akibat insiden itu, puluhan sepeda motor dan mobil rusak karena dilempari batu dan dibakar serta dibuang ke Bendung Klambu. Puluhan kios di sepanjang Jalan Purwodadi"Semarang, tepatnya di Desa Klampok, Bugel dan Godong, juga rusak parah. Dua orang mengalami luka serius.

Keduanya, Nur Cholis, 25 warga RT 2/RW 2 Desa Sembungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang dilarikan ke Puskesmas Kebonagung, Kabupaten Demak. Dan Nur Ali Mahtudi, 16, warga RT 3/RW 4 Desa Sambungharjo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, yang mengalami luka memar dari benda tumpul dan dilarikan ke RS Enggal Waras Godong kemudian dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang.

Informasi yang dihimpun di TKP (tempat kejadian perkara) menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.00 Minggu petang (5/5) lalu. Saat itu, suporter pendukung tim PSIS pulang dari pertandingan sepak bola Divisi Utama putaran kedua di Stadion Krida Bhakti Purwodadi dengan skor imbang 0-0.

Setelah sampai di Desa Klampok, para suporter yang menggunakan kendaraan truk, bus dan sepeda motor membuat ulah dengan melempari rumah dan bangunan milik warga. Merasa terancam dengan ulah suporter, warga kemudian mengumumkan situasi keamanan tidak kondusif di dalam desa dengan menggunakan pengeras suara dari masjid dan musala.

Bentrokan pun terjadi, ribuan warga dari berbagai desa langsung keluar rumah dengan menggunakan alat seadanya dan memblokade jalan. Warga juga membekali dengan senjata tumpul dan memukul mundur ribuan suporter. Suasana di Kecamatan Godong sangat mencekam.

Saksi mata Suwardi, 50, warga Desa Godong Kecamatan Godong mengatakan, bentrokan yang terjadi antara supoter dan warga dimulai dari ribuan suporter yang melakukan penjarahan ke semua kios di pinggir Jalan Purwodadi"Semarang. Semua barang dari kios diambil dan kendaraan motor yang diparkir juga diambil kemudian dibakar.

"Ini semua bermula dari ulah para suporter yang menyerang warga. Padahal kami tidak tahu apa-apa, malah kena sasaran dengan aksi perampasan barang di semua kios," kata Suwardi yang mengaku barang daganganya diambil semua oleh suporter.

Karena tidakan anarkis itu, ribuan warga kemudian memblokade jalan dan memukul mundur suporter. Para suporter kemudian bertahan di jalan Desa Klampok, Kecamatan Godong.

Bentrokan suporter dengan warga ini, mengakibatkan arus lalu lintas Purwodadi-Semarang lumpuh selama 24 jam. Kendaraan dari Semarang menuju ke Purwodadi tidak bisa jalan dan terhenti di Mranggen, Kebonagung, Demak dan Kecamatan Tegowanu serta Kecamatan Gubug. Sedangkan dari arah Purwodadi menuju Semarang semua kendaraan tertahan di Kecamatan Penawangan. (mun/lil/jpnn/ko)

Foto atas: Sejumlah petugas TNI dan Polisi mengendalikan massa saat terjadi bentrokan antara suporter PSIS Semarang dengan warga di Desa Klampok, Godong, Grobogan, Jateng, Senin (6/5).

4Komentar
7 Mei, 2013 07:05
avatar
Olah raga sepak bola di Indonesia ditiadakan saja, kalo bukan PSSI kisruh ya suporter yg kisruh. Setiap ada kompetisi, para suporter pasti buat ulah. Prestasi persepakbolaan tidak ada, yg ada hanya korupsi, beramtem, jarah, lempar batu dstnya. Capek deh
7 Mei, 2013 05:30
avatar

MEREKA ADALAH CALON CALON..... KAMPANYE.. PEMENANG.. PARTAI POLITIK....

MEREKA BAKALAN...ANGGOTA DPR... DAN BAKALAN JADI ... MAFIA ANGGARAN ...

PAYAH... PAYAH.... BRO..!!!!

7 Mei, 2013 15:05
avatar

WAHAI APARAT..... HALLOOOO.. APARAT..... ADA PELUANG NIH ...

BANYAK IMIGRAN GELAP.... MAU BAYAR MILYARAN... ASAL DAPAT E-KTP...

SIKAT AJA BRO...!!!!... DARI PADA HIDUP SUSAH.... HABIS ITU LO...MENGHILANG !!!

JANGAN TAKUT.... HUKUM DISINI RINGAN BRO... MUDAH DI SUAP...

YAH KAN ???.... YAH KAN ???? ....YA KAN ???

7 Mei, 2013 09:31
avatar
yang bentrok supporter PSIS dan WARGA kenapa masih bawa nama AREMA ? gak ver....
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

Apakah era Louis Van Gaal di Manchester United akan lebih baik dari musim lalu?

Terima kasih telah menjadi responden pertama. Hasil akan segera tersedia. Lanjut ke hasil

  1. 73 %
    1. Ya
    720 jumlah respon
  2.  
    14 %
    2. Tidak
    142 jumlah respon
  3.  
    13 %
    3. Ragu-ragu
    127 jumlah respon

Total Respon: 989
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil ini akan diperbarui tiap menit.

Hasil & Klasemen Liga Inggris

galeri foto olahraga lainnya

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft