
Ghiboo.com - Tarik ulur soal transfer Kaka dari Real Madrid ke AC Milan masih terjadi.
Dalam sepak bola, apa pun bisa terjadi. Meski banyak pengamat sepak bola dan agen sepak bola menyebutkan bahwa sudah sangat tidak mungkin Kaka benar-benar kembali ke Milan.
Negoisasi yang menjadi andalan Adriano Galliani sebagai ahli transfer Milan, mungkin saja bisa membuat Kaka kembali.
Tapi, jika memang benar, Kaka kembali ke Milan, jangan berharap bisa melihat sang pemain seperti dahulu lagi.
Ada banyak peyebab Kaka justru bisa gagal dan semakin terpuruk di Milan dan bahkan tidak bisa berkembang sama sekali.
Berikut beberapa hal yang bisa membuat Kaka bisa gagal jika ia kembali ke Milan.
1. Faktor usia. Kaka sudah berusia 30 tahun. Usia yang sudah semkain tua tidak bisa dipungkiri menjadi penyebab menurunnya performa seorang pemain.
Kaka harus bersaing dengan pemain yang usianya jauh lebih muda dan segar. Kevin Prince Boateng (24 tahun) dan Stephan El Shaarawy (19 tahun) akan menjadi ganjalan bagi Kaka.
2. Faktor cedera. Cedera yang tak kunjung berhenti bisa jadi penghambat karir Kaka di Milan. Sebelum ia ditransfer ke Real Madrid pun Kaka sebenarnya sudah sering mengalami cedera.
Di kompetisi yang panjang bersama Milan, seorang pemain dituntut bisa tampil selalu bugar. Mampukah Kaka selalu bugar bersama Milan? Belum tentu.
3. Hegemoni masa lalu. Milan sangat jarang menarik kembali pemain bintangnya setelah pindah klub. Hal ini sudah pernah dicoba pada Andriy Shevchenko yang pindah ke Chelsea pada tahun 2006.
Sheva panggilan akrabnya tidak pernah bersinar. Kemudian ia kembali ditarik ke Milan sebagai pemain pinjaman pada tahun 2008. Hasilnya, Shevchenko sama sekali tidak menunjukkan permainan yang impresif.
Hal yang sama juga bisa berlaku untuk Kaka. Faktor pelatih Massimiliano Allegri yang tidak peduli dengan pemain berlabel bintang adalah buktinya.
4. Persaingan posisi. Kaka berposisi sebagai gelandang serang atau penyerang lubang. DI posisi ini Milan sudah memiiki pemain yang bisa bermain baik sebelum Kaka datang. Kevin Prince Boateng, Stephan El Shaarawy, Urby Emanuelson, bahkan Antonio Cassano bisa bermain di posisi ini.
Kaka harus benar-benar bekerja keras untuk merebut posisi ini. Bukan lagi sebagai mantan anak emas di AC Milan.
5. Tidak ada pemain Brazil yang berusia 30 tahun ke atas yang bisa tampil baik untuk Milan. Cafu, Ronaldo, hingga Ronaldinho tidak pernah sukses bersama Milan, dan Kaka bisa jadi salah satunya.
Terlepas apakah Kaka memang jadi pindah ke Milan atau tidak, sang pemain memang benar-benar harus siap memulai dari nol lagi kemampuannya sebagai seorang pesepakbola.
Tidak hanya untuk AC Milan, tapi juga untuk Madrid jika ia memilih bertahan di Santiago Bernabeu.
Berita Lainnya:
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- FOTO: Kucing Dicalonkan Jadi Wali Kota
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- Banjir Besar di India
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- Kala Gajah Bermain Bola
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Game-game Kejutan di E3
- 50 Pemain Terbaik di Eropa
- Orang Ajaib di Dalam Lift
video
- Lihat
- Bagikan
berita olahraga terbaru






Rivaldo menilai masih banyak hal mendasar yang lebih mendesak ketimbang menggelar Piala Dunia.

Mantan pemain Vasco de Gama dan Timnas Brasil, Romario Faria, mendukung aksi protes yang sedang berlangsung di beberapa kota di Brasil.

Tunggal putri Indonesia itu dipaksa bermain rubber game oleh Thulasi P.C.







