pa.press.net
Updated: Mon, 02 Apr 2012 15:11:15 GMT | By pa.press.net

Amerika Serikat: Jason Richardson

Lahir: 4 April 1986


John Richardson pada lari gawang 110 m di Kejuaraan Dunia 2011. (© Press Association)

John Richardson pada lari gawang 110 m di Kejuaraan Dunia 2011.

Lahir: 4 April 1986

Tempat lahir: Houston, Amerika Serikat

Cabang Olahraga: Atletik

Pengalaman Olimpiade: 0

Perolehan Medali: 0

Jason Richardson bukanlah sembarang atlet.

Jika kebanyakan pelari Olimpiade telah lama terobsesi untuk finish nomor satu - keinginan untuk menang yang bahkan mendikte gaya hidup mereka di luar jalur, Richardson bisa dikatakan bintang olahraga yang agak ogah-ogahan.

Lahir dari ayah seorang insinyur sipil dan ibu sekretaris, hidup atlet Amerika yang besar di Cedar Hill, Texas ini lebih didominasi oleh dunia pendidikan.

Tahap awal kehidupannya diisi oleh minatnya yang besar terhadap kalkulus dan berdebat dan ia baru tertarik dengan atletik, terutama lari gawang, pada usia 12 tahun ketika mengetahui bahwa ia bisa mendapatkan beasiswa dari olahraga.

Akhirnya, Richardson memang mendapatkan beasiswa ke Universitas South Carolina (USC), tetapi ketika memasuki dunia perguruan tinggi ia telah berhasil mengharumkan namanya melalui keberhasilannya di bidang olahraga.

Pada 2003, pemuda ini berhasil meraih emas dalam nomor lari gawang 110 m dan 400 m di Kejuaraan Pemuda Dunia IAAF di Sherbrooke, Canada. Suatu keberhasilan yang luar biasa - untuk pertama kalinya seorang atlet memenangkan lari gawang dalam dua nomor sekaligus di ajang utama IAAF - dan Richardson meraih penghargaan Track and Field Youth Athele of the Year tahun 2003

Namun, walaupun telah meraih sukses, dan gaya santai dan tubuhnya yang kurus sangat cocok dengan jarak lomba lari gawang yang berlawanan, Richardson masih tetap hanya berlatih dua atau tiga kali seminggu. Jadwal tersebut sangat tidak cocok bagi atlet yang memimpikan kemenangan Olimpiade di benaknya.

Ketika didesak apakah ia akan menjadikan atletik sebagai masa depan, ia mengatakan bahwa minat utamanya adalah menjadi pengacara. Baginya kalah dalam perlombaan “bukan masalah besar”.

Ia telah membuktikan ucapannya itu selama satu masa yang membuatnya tertekan di USC ketika penampilannya terkendala oleh cedera yang dideritanya. Radang urat lutut menghempaskan harapannya untuk bergabung dalam tim Olimpiade Amerika Serikat 2008 dan kehilangan kesempatan itu hampir membuatnya berhenti menjadi atlet.

Namun, niat itu batal dan hanya merupakan masa lalu.

Setelah meninggalkan USC, Richardson mulai mewujudkan potensi penuhnya. Ia berjuang kembali untuk mendapatkan kebugaran dan stamina di Los Angeles di bawah bimbingan pelatih baru John Smith. Ternyata, terdapat kecocokan di antara mereka dan ia pun diberi penghargaan atas upayanya dengan sedikit keberuntungan di ajang IAAF World Championships di Daegu, Korea Selatan.

Pada pertandingan final lompat gawang 110m, Richardson menempati posisi kedua setelah atlet Kuba, Dayron Robles, tetapi tim pendukung juara ketiga, Liu Xiang dari China, memprotes bahwa pemenang pertama telah keluar dari jalurnya. Para wasit setuju dan Richardson mendapatkan medali emas pertamanya di Kejuaraan Dunia.

Kemudian, ia mengakuinya sebagai suatu kemenangan pahit - walaupun hal itu telah berhasil menaikkannya ke satu tingkat ketenaran di lapangan.

Hal yang lebih penting lagi adalah akhirnya ia berhasil meyakinkan dirinya bahwa ia mampu bersaing dengan atlet-atlet ternama dan tak ingin puas hanya menjadi juara kedua.

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft