Updated: Mon, 19 Mar 2012 15:43:56 GMT | By pa.press.net

Berkuda – Tunggang Serasi

Sebagai olahraga yang sering kali disebut sebagai ‘balet berkuda’, tunggang serasi menuntut keahlian dari penunggung kuda dan kuda mereka untuk dapat melakukan semua gerakan teknis yang dibutuhkan.


Penunggang serasi duduk di sanggurdi. (© Press Association)

Penunggang serasi duduk di sanggurdi.

Berkuda – Tunggang Serasi

Sebagai olahraga yang sering kali disebut sebagai ‘balet berkuda’, tunggang serasi menuntut keahlian dari penunggung kuda dan kuda mereka untuk dapat melakukan semua gerakan teknis yang dibutuhkan.

Seni dalam mencoba menciptakan kerja sama yang selaras antara kuda dan penunggangnya bukanlah hal baru dan sebenarnya sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu.

Orang Yunani kuno memperkenalkan latihan tunggang serasi untuk mempersiapkan kuda dalam peperangan, dengan keyakinan bahwa apabila kuda dan penunggangnya ingin selamat dalam pertempuran, maka diperlukan rasa saling pengertian di antara keduanya - dengan kemampuan kuda untuk bergerak dari sisi ke sisi, berlari kencang atau berganti arah dengan cepat, semuanya dianggap amat sangat penting.

Saat ini, semua keahlian ini tetap menjadi inti dari perlombaan Olimpiade selama 100 tahun - setelah tampil perdana di Stockholm 1912.

Perlombaan ini hanya diadakan bagi petugas kavaleri laki-laki hingga Olimpiade Helsinki 1952, di mana penduduk sipil - baik laki-laki maupun perempuan - diajak untuk mengikuti lomba.

Ketiga cabang olahraga berkuda kini merupakan satu-satunya perlombaan Olimpiade yang memperbolehkan atlet putra dan putri bersaing antara satu sama lain secara seimbang dan, dalam tunggang serasi khususnya, atlet putri telah mencetak keberhasilan yang luar biasa.

Sembilan dari 10 medali emas yang diperebutkan dalam perlombaan perorangan antara 1972 hingga 2008 dimenangkan oleh atlet putri, di mana Anky van Grunsven asal Belanda menggondol tiga medali emas berturut-turut dalam beberapa tahun belakangan ini.

Dalam pertandingan tunggang serasi, kuda dan penunggangnya melakukan gerakan dan latihan khusus - seperti pirouette, passage atau piaffe - di arena persegi empat yang berukuran 60 kali 20 meter.

Rangkaian gerakan dinilai oleh panel yang beranggotakan tujuh juri berdasarkan kualitas gerakan, serta kesan keselarasan secara umum, kelincahan dan kefasihan dari ujian tersebut.

Di ajang Olimpiade, nomor tunggang serasi terdiri dari lomba beregu dan perorangan, yang dilangsungkan secara bersamaan.

Dalam dua ronde pertama, yang dinamakan Grand Prix dan Grand Prix Special, semua penunggang kuda melakukan ujian yang sama dan skor digabungkan untuk menentukan medali dalam lomba beregu.

Delapan belas penunggang kuda dengan skor terbaik dalam ronde Grand Prix Special lolos langsung ke Grand Prix Freestyle, di mana penunggang kuda mengkoreografikan gerakan mereka dengan iringan musik, dan skor akhir menentukan pemenang lomba perorangan.

(Continued)
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft