Updated: Mon, 19 Mar 2012 15:43:56 GMT | By pa.press.net

Senam – Artistik

Olahraga senam adalah salah satu dari beberapa olahraga yang pernah muncul dalam Olimpiade kuno dan modern.


Pesenam memakaikan kapur ke tangan di nomor senam artistik. (© Press Association)

Pesenam memakaikan kapur ke tangan di nomor senam artistik.

Senam – Artistik

Olahraga senam adalah salah satu dari beberapa olahraga yang pernah muncul dalam Olimpiade kuno dan modern.

Kata ‘gymnastics’ sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘telanjang’, sebab pesenam terdahulu biasanya tampil tanpa mengenakan sehelai pakaian pun di Yunani kuno, di mana olahraga tersebut dipandang sebagai tampilan sempurna simetri antara tubuh dan pikiran.

Selama abad ke-19, olahraga yang kita saksikan sekarang dalam Olimpiade mulai terlihat bentuknya dan lima tahun setelah didirikannya Federation Internationale de Gymnastique, senam artistik tampil perdana dalam Olimpiade Athena 1896.

Kompetisi ini hanya terbuka bagi atlet putra hingga Amsterdam 1928, ketika atlet putri ikut ambil bagian untuk yang pertama kalinya.

Dalam formatnya saat ini, putra berlaga di atas lantai, gelang-gelang, vault, kuda-kuda, palang sejajar dan palang horizontal, sementara perlombaan putri terdiri dari vault, palang tak seimbang, balok keseimbangan dan senam lantai - dengan pertandingan all-round perorangan dan beregu juga digelar untuk putra dan putri.

Dalam ajang Olimpiade, kompetisi dimulai dengan babak penyisihan, di mana 24 pesenam terbaik maju ke babak final all-around perorangan dan delapan pencetak skor tertinggi di masing-masing pertandingan lolos ke babak final tiap-tiap alat perorangan.

Peserta lomba harus memadukan kekuatan, keterampilan, sikap tubuh dan ritme untuk mencetak poin pada tiap-tiap alat.

Sebuah panel juri memperhitungkan tidak hanya eksekusi teknis dan seni, namun juga tingkat kesulitan dari gerakan, dan poin dipotong untuk kesalahan.

Sebagai salah satu olahraga yang telah lama dianggap paling populer dalam ajang Olimpiade, senam memiliki standar yang meningkat ke level baru ketika pesenam usia 14 tahun asal Rumania Nadia Comeneci memperoleh skor sempurna 10,00 sebanyak tujuh kali dalam Olimpiade Montreal 1976.

Pesenam sekarang berupaya menandingi tingkat kesempurnaan tersebut, tetapi era untuk menyaksikan nilai 10 sempurna telah lama berlalu sejak diperkenalkannya sistem skor baru pada tahun 2006, yang menghadirkan ‘nilai start’, atau penilaian tingkat kesulitan.

Saat ini skor pemenang medali umumnya berada di angka 15, 16 dan 17.

(Continued)
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft