Pesepak bola Piala Dunia Yang Berperilaku Buruk

pa.press.net | Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
1 dari 11 Lihat di layar penuh

Pemain yang menjadi berita karena alasan yang salah

Inilah momen-momen yang ingin dilupakan para pemain sepak bola dan para penggemar tim mereka. Lihat galeri

Malangnya, perilaku antik mereka di Piala Dunia menjadi terkenal di seluruh dunia dan masih dibicarakan hingga saat ini.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
2 dari 11 Lihat di layar penuh

Bobby Moore, 1970

Ketika Inggris bersiap-siap mempertahankan gelarnya sebelum final Piala Dunia 1970 di Meksiko, kapten mereka ditahan setelah dituduh mencuri gelang dari sebuah toko di Bogota selama kunjungan timnya di Kolombia. Tentu saja Moore, sebagai panutan olahraga Inggris, segera dibersihkan namanya tetapi kisah tersebut telah menjadi berita di seluruh dunia.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
3 dari 11 Lihat di layar penuh

Swedia, 2002

Terjadi perselisihan di dalam peringkat-peringkat skuad Swedia ketika Piala Dunia dilangsungkan di Jepang dan Korea Selatan. Setelah tim Swedia tiba di Asia untuk babak final, persiapan mereka dirusak ketika mantan gelandang Arsenal Freddie Ljungberg dan bek Aston Villa Olof Mellberg berkelahi sewaktu latihan.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
4 dari 11 Lihat di layar penuh

Roy Keane dan Mick McCarthy, 2002

Perselisihan internal juga mengakhiri partisipasi Keane di Piala Dunia ketika dia dan bos Republik Irlandia Mick McCarthy mengalami pertikaian yang meledak-ledak. Keane mengkritik persiapan tim dan keduanya beradu mulut dalam pertemuan skuad di mana McCarthy dikabarkan menuduh Keane memalsukan cedera sementara sang kapten menanggapi dengan serangkaian penghinaan dan mempermasalahkan kualitas manajerial McCarthy.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
5 dari 11 Lihat di layar penuh

Zlatko Zahovic, 2002

Konfrontasi tetap dilanjutkan oleh Zahovic, pemain Slovenia bermulut besar, yang juga berselisih dengan pelatihnya Srecko Katanec setelah diganti dengan pemain lain sewaktu kekalahan pembukaan mereka 3-1 dari Spanyol. Zahovic, yang pada saat itu masih bermain untuk Benfica, kemudian meminta maaf tapi nasi sudah menjadi bubur dan sang bintang segera dipulangkan.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
6 dari 11 Lihat di layar penuh

Rivaldo, 2002

Jimat Brasil Rivaldo menjadi pemuda nakal pada Piala Dunia 2002 karena berbagai alasan. Sewaktu semi final, Hakan Unsal dari Turki menendang bola ke bendera sudut karena marah setelah mendengar sebuah keputusan. Rivaldo yang berpikir cepat segera mencari kesempatan dan ketika bola tersebut mengenai lututnya, dia menjatuhkan diri ke lapangan sambil memegangi wajahnya. Dia didenda lebih dari sekitar 75 juta rupiah atas penipuannya.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
7 dari 11 Lihat di layar penuh

Willie Johnston, 1978

Johnston dari Skotlandia dipulangkan dari turnamen 1978 secara memalukan setelah teruji positif untuk sebuah zat terlarang, yang tentunya bukan untuk meningkatkan performa, terbukti dengan kekalahannya dari Peru 3-1. Johnston hanya diuji karena rekan timnya Archie Gemmill terlalu terdehidrasi untuk mengeluarkan sampel urin tetapi, yang mengagetkan pemain sayap ini, dia ternyata teruji positif atas Fencamfamin yang merupakan sebuah obat bebas yang dikonsumsinya dengan naif.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
8 dari 11 Lihat di layar penuh

Diego Maradona, 1994

Sebagai mega bintang paling kontroversial dalam sejarah pertandingan, Maradona juga berseteru dengan petugas doping. Di senja kariernya, dia menggulingkan dadu terakhirnya pada tahun 1994. Itu adalah Piala Dunia keempatnya tapi pemain Argentina ini menimbulkan kecurigaan karena kegembiraannya yang terlalu meluap-luap setelah mencetak gol atas Yunani. Uji obat yang dilakukan sesudahnya resmi menunjukkan bahwa dia mengkonsumsi ephedrine dan dia pun dikeluarkan dari turnamen.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
9 dari 11 Lihat di layar penuh

Ilunga Mwepu, 1974

Yang kurang menyeramkan tapi tentunya lebih aneh adalah Mwepu yang langsung melesat menjadi tenar. Dengan Kongo yang tertinggal 2-0 dari Brasil dan Brasil yang akan mengambil tendangan bebas, Mwepu keluar dari pagar pertahanan dan menendang bola jauh-jauh sebelum tendangan bebas dilakukan. Ia mendapatkan kartu kuning dan langsung tenar karena keonarannya ini, sehingga menjadi legenda Piala Dunia untuk alasan yang benar-benar salah.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
10 dari 11 Lihat di layar penuh

Luis Suarez, 2010

Turnamen 2010 di Afrika Selatan tidak mengecewakan ketika menyangkut skandal. Suarez mengklaim "Tangan Tuhan" kini menjadi milik saya" setelah handball garis gawangnya yang membantu Uruguay mencapai semi final dengan mengorbankan Ghana. Afrika kelihatannya hampir masuk semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya, sebelum kemudian Suarez menghalau sundulan bola ke gawang dan setelah striker ini dikeluarkan, penalti yang diberikan kepada Ghana gagal dieksekusi. Uruguay akhirnya memenangkan pertandingan lewat adu penalti.

Hak Cipta (c) Press Association Ltd. 2013, Semua Hak Terlindungi.
11 dari 11 Lihat di layar penuh

Prancis, 2010

Prancis menunjukkan ketidakdisiplinan yang luar biasa dalam Piala Dunia 2010. Awalnya Nicolas Anelka dipulangkan oleh Federasi Sepak Bola Prancis setelah perseteruan half-time dengan pelatih Raymond Domenech, lalu rekan satu timnya menolak berlatih sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut, sementara kapten Patrice Evra berselisih dengan pelatih fisik Robert Duverne. Yang luar biasa, akhirnya Domenech juga yang harus membacakan pernyataan dari para pemain dan direktur tim Jean-Louis Valentin yang mengundurkan diri, dengan mengatakan bahwa dia "muak dan jijik" dengan skuad karena mereka terpuruk di grup di mana mereka diharapkan untuk menang.